“Itu janjinya ditunda-tunda terus, pokoknya besok-besok begitu terus. Katanya dia (pemerintah) mau bantu masyarakat tapi tidak ada buktinya,” sambungnya.
Dia menjelaskan, masyarakat yang terdampak banjir butuh solusi untuk menyelesaikan masalah banjir tersebut.
“Paling ada bantuannya ituji sarimi (mie instan) bukan kita harap begitu,” jelasnya.
“Harapannya, semoga pemerintah segera mengambil tindakan untuk menangani banjir ini, jangan nanti masyarakat jadi korban baru turun,” harapnya.
Warga lainnya, Hawiah mengungkapkan jika dirinya telah bertahan di posko pengungsian sejak tiga bulan terakhir.
Sejak saat itu, dirinya hanya sesekali kembali ke kediamannya, hanya untuk mengecek kondisi rumahnya.
Hawiah mengatakan, sejak mengungsi dirinya tidak mendapat bantuan dari pemerintah setempat.
“Kita disini patungan untuk makanan sehari-sehari, ada juga dari warga yang tidak terdampak banjir,” ujarnya.
Dirinya kini berharap, pemerintah segera memberikan bantuan. Sebab rumahnya kini sudah tidak layak huni. Dinding rumahnya, kini mulai tergerus banjir.
“Kami harap pemerintah memberi bantuan apapun itu, yang penting kami bisa hidup di tenda pengunsian,” harapnya. (*)





