“Kami berharap kelompok perempuan dari berbagai organisasi bisa menjadi perpanjangan tangan Bawaslu di tengah masyarakat. Minimal, mereka bisa menyebarluaskan kesadaran moral di tingkat keluarga terdekat,” ujarnya.
Tidak hanya memastikan netralitas ASN dan kepala desa, penting juga bagi masyarakat untuk mengawasi potensi politik uang, isu Hoaks dan SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan).
“Isu-isu ini sering muncul dan dapat mempengaruhi hasil pemilihan. Kita perlu menjadikannya sebagai ruang partisipatif, komunikatif, dan aspiratif,” kata Sulkifli.
Bawaslu juga menekankan pentingnya pencegahan pelanggaran sebelum penindakan dilakukan. Masyarakat diharapkan aktif melaporkan setiap dugaan pelanggaran dan memberi informasi jika menemukannya.
“Jangan ragu untuk melaporkan atau memberikan informasi kepada Bawaslu. Kami terbuka untuk menerima laporan dan berharap adanya pencegahan sebelum terjadinya pelanggaran,” tambahnya.
Partisipasi aktif dari kelompok perempuan, diharapkan Pilkada 2024 di Luwu Timur dapat berjalan dengan lebih baik dan mencerminkan semangat demokrasi yang sehat. (*)





