DaerahHeadline

Berbeda dengan Muhammadiyah, Jemaah An Nadzir Mulai Puasa Rabu Besok

417
×

Berbeda dengan Muhammadiyah, Jemaah An Nadzir Mulai Puasa Rabu Besok

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi. (Kompas)

Setelah itu, menghitung dan memantau bulan sabit (bulan tua) tiga terakhir, yakni 27, 28 dan 29 dengan memperhatikan jam terbitnya bulan di subuh atau pagi hari.

Sambil melihat dengan menggunakan kain tipis hitam untuk melihat bayangan bulan bersusun. Setiap bulan jamaah An-Nadzir senantiasa memantau dan menghitung perjalanan bulan Hijriyah.

Termasuk memperhatikan fenomena alam seperti terjadinya gerhana matahari dan gerhana bulan serta pasang surut air laut. Sebagai salah satu indikator kata dia yan menjadi rujukan dan pertimbangan dalam perhitungan bulan.

Sehingga dari hasil pemantauan dan perhitungan dua bulan terakhir, yakni Rajab dan Sya’ban, dimana pergantian bulan atau kongjungsi atau new Moon Ijtima terjadi pada hari Senin 20 Februari 2023, pukul 15 08 Wita.

Maka tanggal 1 Sya’ban 1444 H / 2023 M, jatuh pada hari Selasa, 21 Februari 2023 M. “Dari hasil pemantauan dan perhitungan bulan Sya’ban, didapatkan data purnama 14, 15 dan 16 Sya’ban 1444 H bertepatan dengan tanggal 5, 6 dan 7 Maret 2023,” katanya.

Selanjutnya, dari perhitungan perjalanan bulan purnama Sya’ban 14, 15 dan 16, hingga pengamatan 3 bulan terakhir, yakni 27, 28 dan 29 Sya’ban, maka didapatkan data.

Dia menyebut, pada hari Ahad, 19 Maret 2023, bulan terbit di Timur pada jam 03 38 Wita, dengan bayangan bulan bersusun tiga baris. Hal ini berarti, lanjut Ustaz Samir, bahwa bulan masih terbit 2 hari lagi di Timur, yakni pada hari, Senin-Selasa (20-21/3/2023).

Dikatakan, An Nadzir Gowa juga dalam menentukan 1 Ramadan menggunakan alat bantu aplikasi yang selama ini pas dan akurat.

Dari pemantauan itu didapatkan data pada hari Senin 20 Maret 2023, bulan terbit di ufuk Timur pada jam 04 37 Wita dan terbenam di Barat pada pukul 17 11 Wita.