“Kasihan juga kalau tidak ada kesepakatan berdamai mengingat korban dan para terduga satu sekolah dan tinggal di kampung yang sama,” ujarnya.
“Jangan sampai kejadian ini bisa memecah belah keluarga yang ada di kampung tempat tinggal mereka,” jelas Chia.
Wanita yang akrab dipanggil Bunda Chia itu, menambahkan sejak hari pertama kasus tersebut berproses di Polres Palopo.
Para terduga yang berjumlah empat orang, tiga eksekutor dan seorang yang memvideokan diamankan di Rumah Aman.
“Disana (Rumah Aman) mereka dibina, rajin beribadah dan untuk sementara komunikasi dengan keluarga kita putuskan. Ini bertujuan agar keempat terduga ini betul-betul menyadari kesalahannya,” ujarnya.
“Sehingga begitu terlepas daeri kasus ini mereka bisa kembali dan diterima di kampung oleh masyarakat dan terutama keluarga terdekat,” tambah Chia.
“Intinya, ini menjadi modal bagi mereka untuk meraih masa depan yang lebih cerah,” pungkasnya. (*)





