Daerah  

Fadriaty Upayakan Pembangunan Jalan yang Terputus Akibat Banjir dan Longsor

Anggota DPRD Sulsel, saat meninjau melakukan kunjungan dapil sekaligus meninjau lokasi jalanan yang putus akibat banjir bandang di Desa Bolong, Kecamatan Walenrang Utara, Kabupaten Luwu, Selasa 5 Oktober 2021. (Foto: Arif/Smartnews)

Belopa, Smartnews – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan, Fadriaty Asmaun, akan mengupayakan perbaikan jalan yang terputus di Desa Bolong, Kecamatan Walenrang Utara dan bronjong di Sungai Makawa.

Seperti diketahui, akses jalan di Desa Bolong, terputus akibat diterjang banjir bandang yang terjadi Minggu 3 Oktober 2021 lalu.

Hal tersebut ia katakan ketika meninjau melakukan kunjungan dapil sekaligus meninjau lokasi jalanan yang putus akibat banjir bandang di Desa Bolong, Kecamatan Walenrang Utara, Kabupaten Luwu, Selasa 5 Oktober 2021.

“Rencana kita akan usulkan untuk menggunakan dana Belanja Tak Terduga (BTT) sebesar Rp. 5 Milliar untuk pembuatan jalan dan Bronjong Sungai tersebut,” kata Wakil Ketua Komisi D DPRD Provinsi Sulawesi Selatan itu.

Lebih jauh, wanita yang akrab disapa Enceng itu mengatakan, jika anggaran BTT sudah tidak ada, dirinya akan mengusulkan pembangunan tersebut dimasukkan dalam penganggaran tahun 2022.

“Kalau memang anggaran BTT sudah tidak ada, maka kita akan usulkan untuk dimasukkan di penganggaran tahun 2022,” tambahnya.

Usai meninjau jalan yang terputus dan Bendungan Makawa, ia kemudian meninjau kondisi jalan di Kecamatan Walenrang Barat yang juga terputus akibat bencana tanah longsor.

“Jalan yang ada di Walenrang Barat merupakan jalan penghubung Kabupaten Luwu dengan Kabupaten Toraja Utara dan merupakan jalan milik pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan,” katanya.

“Jadi secepatnya saya akan komunikasikan dengan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman terkait kondisi yang terjadi di lapangan,” pungkasnya.

Saat meninjau lokasi, Fadriaty Asmaun didampingi oleh Wakil Bupati Luwu, Syukur Bijak dan perwakilan dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Provinsi Sulawesi Selatan. (Rif)

Ikuti juga kami di Google News Smart News