DaerahHeadline

Kapolres Luwu Diapresiasi Akademisi, Dinilai Berhasil Redam Konflik Secara Humanis

2059
×

Kapolres Luwu Diapresiasi Akademisi, Dinilai Berhasil Redam Konflik Secara Humanis

Sebarkan artikel ini

Smartnews.co.id, Luwu – Ketegasan dan sikap humanis Kapolres Luwu, AKBP Adnan Pandibu beserta jajarannya terus mendapat apresiasi dari berbagai kalangan karena dinilai mampu meredam konflik serta menjaga situasi Kabupaten Luwu tetap aman dan kondusif.

Salah satu yang turut memberikan apresiasi yakni akademisi sekaligus pengamat sosial, dan tokoh Luwu Raya, Ir. Bachrianto Bachtiar, M.Si. Ia menilai langkah yang dilakukan Kapolres Luwu dalam menangani berbagai konflik sosial di wilayah Kabupaten Luwu patut diapresiasi karena lebih mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis dibanding tindakan represif.

Menurut Bachrianto, pola penanganan seperti itu sangat penting diterapkan terutama dalam konflik yang melibatkan kalangan pelajar dan pemuda seperti yang terjadi di Kecamatan Walenrang dan Kecamatan Bua beberapa waktu terakhir.

Ia menyebut, pendekatan dialogis yang dilakukan aparat kepolisian mampu meredam ketegangan di tengah masyarakat tanpa memunculkan trauma maupun eskalasi konflik yang lebih besar.

“Kapolres Luwu, AKBP Adnan Pandibu telah menunjukkan bahwa menjaga keamanan tidak harus selalu dengan tindakan keras. Pendekatan persuasif, komunikasi yang baik, dan kehadiran aparat yang humanis justru lebih efektif dalam meredam konflik sosial, khususnya yang melibatkan generasi muda,” ujar Bachrianto.

Menurutnya, langkah cepat aparat kepolisian yang turun langsung ke lapangan, membangun komunikasi dengan tokoh masyarakat, tokoh pemuda hingga keluarga para pelajar menjadi salah satu faktor utama situasi di Walenrang dan Bua dapat kembali kondusif.

Bachrianto juga menilai pendekatan humanis tersebut mencerminkan wajah kepolisian modern yang tidak hanya berfungsi sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mediator sosial di tengah masyarakat.

“Ini menjadi contoh penanganan konflik yang baik. Ketika aparat hadir bukan untuk menakut-nakuti masyarakat, melainkan memberikan rasa aman dan menjadi penengah, maka masyarakat akan lebih mudah menerima dan mendukung upaya menjaga kamtibmas,” katanya.

Ia berharap pola pendekatan seperti itu terus dipertahankan karena dinilai mampu membangun kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian sekaligus mencegah munculnya konflik lanjutan di tengah masyarakat.

Bachrianto menambahkan, stabilitas keamanan daerah merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga aktivitas sosial dan pembangunan di Kabupaten Luwu agar tetap berjalan dengan baik. (*)