Rantepao, Smartnews – Kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Kabupaten Toraja Utara, saat ini telah mencapai angka 116 kasus.
Angka tersebut merupakan akumulasi kasus dari tahun 2011 hingga tahun 2022. Khusus tahun 2022 ini, tercatat ada 19 orang yang terjangkit HIV.
Demikian diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Toraja Utara, Elisabeth seperti dilansir dari Palopo Pos, Jumat 23 September 2022.
Dia menyebutkan, jika hingga kini tercatat ada 116 orang yang dinyatakan terjangkit HIV, dimana 4 diantaranya telah meninggal dunia.
“Tahun 2022 ini, kasus HIV bertambah 19 orang. Karena, teman-teman aktif melakukan pemeriksaan di lapangan,” katanya.
Lebih jauh, dirinya menjelaskan, jika pihaknya menargetkan kelompok Waria, ibu hamil (Bumil), wanita penjaja Seks (WPS) , Laki-laki suka laki-laki, Pengguna Narkoba Suntik (PNS), dan Pelanggan WPS di Cafe-cafe untuk menjalani pemeriksaan.
“Jadi yang menjadi sasaran adalah Wanita Penjaja Seks (WPS) , kemudian laki-laki suka laki-laki, Pengguna Narkoba Suntik (PNS) dan Waria,” jelasnya.
Tidak hanya itu, Elisaberth juga mengungkapkan, jika rata-rata para pasien yang terjangkit HIV tidak berdomisili di Kabupaten Toraja Utara.
“Tapi karena BPJS nya terdaftar di sini sehingga ketika mau kontrol ke Rumah Sakit mereka ke Puskesmas ambil rujukan dan untuk tempat tinggalnya di Rantepao teman-teman di Puskesmas tidak tahu,” ujarnya.
“Tapi sebar saja di Puskesmas sesuai rujukannya,” jelas Kadinkes Toraja Utara.
Sementara, Sub koordinator Penyakit Menular Yety Bato Payung Allo menjelaskan, bahwa jumlah pasien suspek HIV saat ini sebanyak 119.
Kejadian ini akumulasi bukan satu tahun, akumulasi dari tahun 2011 hingga tahun 2022.
Dan di tahun 2021 pasien HIV ini ada 4 yang meninggal, dan di tahun 2022 belum ada yang meninggal.
“Saat ini kami terus meningkatkan pelayanan dalam mendata pasien suspek HIV di Toraja Utara, sehingga data yang terkena HIV dapat diketahui sebanyak 116 orang,” ujarnya.
“Itu hasil akumulasi dari tahun 2011 hinggah tahun 2022 dan di Tahun 2021 ada 4 pasien yang meninggal. Di tahun 2022 pasien suspek HIV itu bertambah 19 orang,” jelasnya. (*)





