Melalui pendekatan yang bijak dan penuh hikmah, ajaran Islam diterima oleh raja tanpa adanya peperangan atau pemaksaan.
Hal ini menunjukkan bahwa Islam di Luwu berkembang lewat jalan damai, berbeda dengan gambaran umum Islamisasi di beberapa wilayah lain.
Penerimaan Islam oleh La Patiware’ Daeng Parabung memberikan legitimasi politik dan keagamaan bagi penyebaran Islam di Sulawesi Selatan.
Ketika seorang raja menerima Islam, maka rakyat dan bangsawan di bawahnya cenderung mengikuti jejak tersebut. Hal ini memperlihatkan pentingnya otoritas politik dalam proses islamisasi.
Tidak heran jika setelah peristiwa itu, Islam cepat berkembang ke kerajaan-kerajaan tetangga seperti Gowa, Tallo, Soppeng, Wajo, dan Bone.
Luwu menjadi contoh awal bagaimana agama dapat masuk melalui jalur kekuasaan tanpa harus mengabaikan kearifan lokal. (*)





