Beruntung, proses seleksi belum dimulai sehingga Wahyu masih dapat melihat jasad ayahnya di Puskesmas Mandalle, Kabupaten Pangkep, sebelum dipulangkan ke rumah duka di Masamba.
Ia tak mampu menahan tangisnya saat melepas jasad ayahnya. Wahyu meminta semua yang menyaksikan kejadian itu agar mendoakan ayahnya.
Wahyu berharap, ia dapat mewujudkan harapan terakhir Mustamin yang menginginkan dia menjadi seorang anggota Polri. (*)





