DaerahHeadlineHukum

Mahasiswa Nilai Polisi Tak Serius Tangani Kasus Feni Ere, Ini Sebabnya

2640
×

Mahasiswa Nilai Polisi Tak Serius Tangani Kasus Feni Ere, Ini Sebabnya

Sebarkan artikel ini
Suasana jumpa pers pengungkapan kasus Feni Ere di Mapolres Palopo, Jumat 21 Maret 2025.

Smartnews.co.id, Palopo – Kasus pembunuhan Feni Ere kini kembali menyeruak. Pasalnya, rekonstruksi kasus pembunuhan gadis asal Mungkajang, Kota Palopo, Sulawesi Selatan ini, belum juga dilaksanakan.

Feni Ere dinyatakan hilang sejak Januari 2024. Setahun berselang, kerangka tubuhnya ditemukan di Kilometer 35, Battang Barat, Kecamatan Wara Barat, Kota Palopo.

Jasad sales Honda Sanggar Laut Palopo ini, ditemukan pada Februari 2025. Setelah melakukan penyelidikan, polisi akhirnya menangkap pelaku sebulan kemudian.

Ahmad Yani diamankan di Kecamatan Sukamaju, Kabupate Luwu Utara, Sulawesi Selatan, 20 Maret 2025. Ia ditetapkan sebagai pelaku tunggal dalam kasus tersebut.

Pasca pergantian Kapolres dan Kasat Reskrim, Polres Palopo sempat menjadwalkan rekonstruksi kasus tersebut.

Terakhir, polisi menjadwalkan rekonstruksi dilakukan Jumat 2 Mei 2025. Hanya saja kembali ditunda.

Ketua Pengurus Pusat Himpunan Mahasiswa Basse Sangtempe (Hambastem), Palim, ikut mempertanyakan keseriusan polisi menangani kasus ini.

Ia mengaku kecewa terhadap kinerja kepolisian yang dinilai semakin pasif setelah pergantian pejabat.