Selain menerima gelar adat, Nasaruddin Umar juga mendapat keris dan pin Kedatuan sebagai simbol kehormatan.
Usai menerima gelar tersebut, Nasaruddin Umar menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak Kedatuan Luwu.
“Izinkan saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas penganugerahan gelar ini,” ucapnya.
Ia mengibaratkan gelar adat tersebut sebagai pengingat agar hidup tetap berjalan sesuai harapan masyarakat.
“Mudah-mudahan gelar ini bisa berfungsi seperti weser agar tidak menyalip kanan-kiri, dan menjadi lampu agar tidak jatuh ke jurang,” tambahnya.
Nasaruddin juga menyampaikan kekagumannya terhadap kekayaan budaya dan sejarah Luwu yang masih terjaga hingga kini.
Ia menilai, pemberian gelar adat mencerminkan penghargaan yang tinggi terhadap nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal. (*)





