Dia menambahkan, pabrik ini dijadwalkan akan mulai beroperasi pada tahun 2026 setelah hibah tanah diserahkan.
“Untuk beroperasinya kami harus terima dulu dari Pemda tanah hibahnya. Rencana semester dua tahun 2026 baru bisa dibangun,” ucap Hadir.
Ia juga menegaskan bahwa komitmen Pemda Luwu untuk menyerahkan tanah hibah sudah siap dan tinggal diusahakan oleh Pemda untuk kelanjutannya.
Kehadiran sentra penggilingan padi modern ini diharapkan dapat memperluas kapasitas penyerapan gabah petani, khususnya di wilayah Luwu Raya.
Hal ini juga bertujuan untuk menjaga stabilitas harga beras di pasaran. “Dengan kapasitas produksi mencapai 120 ton per hari, Bulog menargetkan pabrik ini menjadi tulang punggung cadangan beras pemerintah (CBP) di kawasan timur Indonesia,” ujar Hadir.
Bupati Luwu, Patahudding, menyatakan dukungannya terhadap pembangunan pabrik modern Bulog sebagai bagian dari visi pemerintah daerah untuk menjadikan Luwu sebagai daerah produsen beras unggulan nasional.
“Keputusan hibah lahan ini kami ambil dengan pertimbangan matang agar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat dan pembangunan daerah secara keseluruhan,” tuturnya.





