Smartnews.co.id, Luwu – Pemerintah Kabupaten Luwu bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan PT Masmindo Dwi Area (MDA) menyepakati empat langkah strategis untuk menjaga stabilitas investasi sekaligus memastikan kepentingan masyarakat tetap terakomodasi.
Kesepakatan ini lahir dalam audiensi bersama yang digelar di Belopa, Rabu (17/09/2025).
Audiensi tersebut dipimpin Bupati Luwu H. Patahudding, dan dihadiri Wakil Bupati Muh. Dhevy Bijak Pawindu, Ketua DPRD Luwu, Kepala Kejaksaan Negeri, Kapolres Luwu, Dandim 1403/Palopo.
Hadir pula perwakilan ATR/BPN, camat setempat, serta jajaran manajemen MDA. Pertemuan membahas dinamika investasi dan kendala di lapangan, termasuk 16 aksi pemalangan jalan menuju lokasi operasi Awak Mas Project sepanjang Agustus 2025.
Dari pertemuan itu, disepakati empat rekomendasi utama. Pertama, transparansi tenaga kerja. Rencana kebutuhan tenaga kerja hingga tahun 2025 akan disampaikan secara terbuka kepada Satgas dan Pokja Percepatan Investasi.
Selanjutnya menyepakati untuk mengutamakan mediasi. Penyelesaian aksi pemalangan jalan diutamakan melalui jalur kekeluargaan. Namun, langkah hukum akan ditempuh jika provokasi berulang tetap terjadi.
Disepakati pula bahwa Pokja sebagai juru bicara resmi. Pokja ditetapkan sebagai penanggung jawab komunikasi, dengan dukungan Forkopimda dalam setiap upaya mediasi.
Terakhir melakukan safari hukum ke desa-desa. Dalam hal ini melibatkan pemerintah, aparat, dan MDA akan melaksanakan sosialisasi serta penyuluhan hukum ke desa-desa di jalur logistik pertambangan.





