HeadlineKALTIM

Puji Kurikulum Merdeka Belajar, Ketua DPRD Kutim Minta Guru Tingkatkan Kualitas

478
×

Puji Kurikulum Merdeka Belajar, Ketua DPRD Kutim Minta Guru Tingkatkan Kualitas

Sebarkan artikel ini
Ketua DPRD Kutai Timur, Joni

KUTIM – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur (Kutim) Joni menilai kualitas pendidikan haruslah merata. Dan metode yang digunakan untuk pemerataan pendidikan itu adalah Kurikulum merdeka belajar.

Joni menilai, Kurikulum merdeka belajar menjadi solusi dalam upaya peningkatan pendidikan di Kutim. Hal itu dia ungkapkan belum lama ini saat peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Kutim.

Bahkan, Joni bakal berupaya agar kekurangan kurikulum Merdeka Belajar dari segi anggaran dapat diselesaikan pada anggaran pokok 2024. Itu dilakukan agar seluruh program merdeka belajar tercover.

“Dalam waktu dekat ini (di anggaran murni 2024) semoga bisa tercover kekurangannya. Yang jelas (program) Merdeka Belajar ini dulu kita tuntaskan,” tuturnya.

Bukan hanya itu, demi meningkatkan kualitas pendidikan di Kutai Timur, Joni mengaggap faktor tenaga pendidik juga jadi penentu.

Untuk itu, dia mengharapkan para tenaga pendidik meningkatkan kualitas mereka, agar mereka dapat berkontribusi dalam peningkatan pendidikan.

Utamanya, kata Joni, pendidik yang mengajar di daerah pelosok. Menurut Joni, ada beberapa guru yang mengajar di daerah pelosok hanya memikirkan bagaimana mereka dapat pindah ke kota.

Menurut Joni, hal ini menjadikan guru tersebut tidak maksimal dalam mengajar siswa. Hasilnya, sudah bisa ditebak, siswa tidak menerima dengan penuh inti yang mereka ajarkan.

Untuk itu, Politisi PPP itu mengharapkan agar para guru tidak fokus hanya pada penempatan tetapi juga profesional dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas mereka sebagai guru.

“Jadi jangan pas sudah jadi PPPK, terus buru-buru mau pindah ke kota. Sesuai sumpah janji guru ya kan, kita berharap laksanakan tugas sesuai yang diamanahkan sebagai guru,” pintanya.

Selain itu, Joni juga mendorong pemerintah agar meningkatkan infrastruktur dan pembangunan di wilayah pelosok Kutai Timur. Hal ini dimaksudkan untuk mendukung program merdeka belajar dan meningkatkan akses pendidikan bagi seluruh warga.

“Kalau di wilayah kota fasilitas pembangunannya Insyaallah sudah cukup terpenuhi, tinggal yang di daerah pelosok saja masih ada yang kurang. Kita harap ini cepat diselesaikan,” pungkasnya.

Joni berharap, kurikulum Merdeka Belajar menjadi jawaban untuk mewujudkan cita-citanya, yakni pemerataan pendidikan. (adv)