Daerah

Relawan Luwu Raya Bangun Jembatan yang Rusak Akibat Banjir di Walmas

6
×

Relawan Luwu Raya Bangun Jembatan yang Rusak Akibat Banjir di Walmas

Sebarkan artikel ini
Relawan Luwu Raya, Al Ma'rif Alwi memasang tali sling jembatan gantung yang menjadi akses utama masyarakat.

Belopa, Smartnews – Banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang sebagian besar wilayah di Walenrang-Lamasi (Walmas) beberapa waktu lalu, hingga saat ini masih menyimpan duka di hati masyarakat.

Akibat bencana tersebut, sejumlah rumah warga serta fasilitas umum yang ada di wilayah tersebut mengalami kerusakan yang cukup parah. Bahkan sejumlah rumah milik warga hanyut dan tertimbun material longsor.

Tidak hanya itu, bencana itu juga membuat sejumlah desa di wilayah tersebut terisolir. Dua diantaranya yakni Desa Buntu Awo dan Desa Siteba, Kecamatan Walenrang Utara, Kabupaten Luwu.

Jembatan gantung yang menjadi akses utama ke dua desa tersebut putus akibat diterjang banjir bandang, hal ini membuat warga didua desa tersebut hingga saat ini masih terisolir.

Demi membuka akses ke dua desa tersebut, Gabungan Relawan Luwu Raya membangun jantung dan masjid yang rusak akibat diterjang banjir bandang beberapa pekan lalu.

Demikian dikatakan Seorang relawan Luwu Raya, Abdul Rauf Dewang. Dia menyebutkan, dana yang digunakan untuk membangun jembatan tersebut merupakan hasil donasi yang terkumpul pasca bencana banjir bandang dan tanah longsor menerjang Walmas.

“Jembatan ini, merupakan satu-satunya akses keluar dan masuk Desa Buntu Awo dan Desa Siteba. Sehingga saat putus akibat banjir, praktis tak ada lagi akses lain mengakibatkan warga terisolir,” kata Rauf dalam rilisnya.

“Donasi yang masuk kami gunakan untuk membeli bahan bangunan jembatan dan membangun masjid,” sambung Abdul Rauf.

Lebih jauh, dirinya menjelaskan pihaknya membangun jembatan tersebut menggunakan bahan berupa papan kayu dan tali sling. Pembangunan dan perbaikan jembatan ini tidaklah mudah. Jika tidak hati-hati akan terjatuh ke sungai yang berarus deras dan penuh bebatuan besar.

Ditargetkan jembatan dan masjid ini sudah rampung pembangunannya bulan ini. “Jembatan gantung ini kami beri nama jembatan Merah Putih, dan Masjid Baiturrahman,” ujarnya.

“Insya Allah setelah jembatan dan masjid ini rampung kami akan mengadakan syukuran sekaligus pamitan kepada masyarakat setempat dan mengundang para Muhsinin dan seluruh potensi gabungan relawan kemanusiaan bersama masyarakat setempat yang telah berkonstribusi sehingga jembatan dan masjid ini rampung untuk kemaslahatan masyarakat sekitarnya,” pungkasnya. (*)