NasionalPemerintahanRagam

Siswa Kelas 12 Madrasah Aliyah Ganti Gus Yaqut Jabat Menteri Agama

7
×

Siswa Kelas 12 Madrasah Aliyah Ganti Gus Yaqut Jabat Menteri Agama

Sebarkan artikel ini

Jakarta, Smartnews – Siswa kelas 12 Madrasah Aliyah Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur, Afi Ahmad Ridho resmi menerima jabatan sebagai Menteri Agama, Kamis 21 Oktober 2021. Ia mengantikan Yaqut Cholil Qoumas.

Hal itu ditandai dengan penyematan pin Menteri Agama dari Yaqut Cholil Qoumas kepada Afi Ahmad Ridho, disaksikan pejabat eselon I Kemenag.

Afi merupakan pemenang program Sayembara Santri Sehari Menjadi Menteri, yang dilaksanakan oleh Kementrian Agama, kegiatan itu adalah rangkaian peringatan Hari Santri 2021.

Afi berkesempatan menggantikan Yaqut selama satu hari, setelah berhasil menyisihkan 140 peserta lainnya dalam Sayembara Santri Sehari Menjadi Menteri.

“Saya meminta seluruh jajaran pejabat eselon I dan ASN Kementerian Agama dapat membantu Afi yang akan menggantikan saya hari ini,” kata Gus Yaqut usai menyematkan pin Menteri Agama kepada Afi Ahmad.

“Untuk Afi, hari ini saya ‘serahkan’ Kementerian Agama, seluruh yang ada di sini, ruangan Menteri Agama, silakan dipergunakan. Manfaatkan kesempatan di sini untuk memberikan kontribusi untuk umat. Laksanakan, dan amankan!” sambung Gus Yaqut.

Lebih jauh, Gus Yaqut berharap kegiatan ini dapat meningkatkan semangat dan rasa percaya diri seluruh santri di Indonesia.

“Dengan kegiatan ini kita berharap santri ini bangkit semangatnya, bangkit kepercayaan dirinya. Pesan yang ingin kita sampaikan adalah bahwa santri itu bisa menjadi apa saja,” pesannya.

“Jadi santri tidak perlu minder, tidak perlu merasa terpinggirkan karena negara juga sudah memberikan afirmasi yang luar biasa kepada para santri,” jelasnya.

Bagi Afi Ahmad, ini menjadi kesempatan belajar sekaligus ajang pembuktian, bahwa para santri memiliki kemampuan yang luar biasa.

“Saya mewakili semua santri nusantara ingin menunjukkan kalau santri itu bisa. Dan kita itu punya potensi untuk memimpin bangsa. Beberapa orang memang memiliki paradigma meminggirkan pesantren. Di forum ini, saya dan teman-teman ingin membuktikan bahwa santri punya lebih dari yang kalian pikirkan,” tutur remaja kelahiran Lumajang, Jawa Timur ini.

Ia juga mengajak para santri untuk dapat memberikan kontribusi positif bagi pembangunan negeri. “Santri kalau hanya bisa ngaji, tapi tidak bisa berbakti pada negeri, jadinya useless. Kita harus bisa memainkan peran dakwah di berbagai lini. Bukan sekedar dakwah memberikan ceramah atau tausiyah, tapi juga menjadi teladan di berbagai bidang,” paparnya.

Selama menjalankan tugas Sehari Menjadi Menteri, Afi juga didampingi oleh Ghufron Ihsan santri pondok pesantren Al Muhajirin III, Purwakarta dan Nur Winda santri pondok pesantren DDI Salman Allakuang Sidrap.

Keduanya merupakan pemenang ke-2 dan ke-3 Sayembara Santri Sehari Menjadi Menteri. (*)