Tekan Angka Stunting, Pemkab Luwu Lakukan Ini

Belopa, Smartnews – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu terus melakukan upaya dalam percepatan pencegahan dan penurunan angka stunting.

Hal tersebut dikatakan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Luwu, Ahyar Kasim dalam program Rembuk Stunting guna mewujudkan Percepatan Pencegahan Dan Penurunan Stunting Terintegrasi.

Menurutnya, percepatan pencegahan dan penurunan angka stunting telah menjadi prioritas pembangunan di Kabupaten Luwu, melalui peningkatan daya saing sumber daya manusia (SDM) dan derajat kesehatan masyarakat.

“Dengan upaya-upaya yang telah dilakukan, antara lain adalah peningkatan intervensi spesifik serta perluasan dan penajaman intervensi sensitif secara terintegrasi, peningkatan intervensi yang bersifat life saving termasuk pemenuhan kebutuhan pangan,” katanya.

“Kemudian penguatan advokasi, komunikasi sosial dan perilaku hidup sehat terutama dalam mendorong pemenuhan gizi seimbang berbasis konsumsi pangan, peningkatan surveillance atau pengawasan gizi, peningkatan komitmen dan pendampingan dalam intervensi perbaikan gizi dan respon cepat perbaikan gizi dalam kondisi darurat,” sambung Ahyar.

Upaya tersebut katanya, telah termuat dalam 8 (delapan) rencana aksi daerah penurunan stunting terintegrasi, yang menjadi instrumen kegiatan dalam pelaksanaan integrasi dan intervensi gizi untuk pencegahan dan penurunan stunting.

“namun tentu saja upaya-upaya tersebut juga membutuhkan perubahan pendekatan pelaksanaan program dan perilaku lintas sektor agar program dan kegiatan intervensi gizi dapat direalisasikan bagi keluarga sasaran khususnya rumah tangga pada 1000 hari pertama kehidupan,” terang Ahyar.

Hal tersebut katanya, bukan hal yang mudah dilakukan. Untuk itu, dibutuhkan komitmen untuk melakukan perbaikan yang mendasar dalam pelayanan kepada masyarakat, melalui pengelolaan pemerintahan yang lebih demokratis, bertanggungjawab, profesional dan responsif.

”Hakikatnya adalah bagaimana mendekatkan pemerintah kepada masyarakat, sehingga dengan demikian pemerintah akan memperoleh kepercayaan dan dukungan masyarakat, karena dapat memberikan pelayanan dan melaksanakan keinginan masyarakat secara lebih baik, cepat dan tepat dengan azas keadilan dan manfaat,” lanjutnya

Ahyar Menyebutkan, Pada tahun 2020, jumlah keseluruhan balita di Kabupaten Luwu sebanyak 22.932 jiwa dengan jumlah kasus stunting sebanyak 2.947 jiwa, angka prevalensi stunting sebesar 12,85 persen.

Pada tahun 2021 jumlah keseluruhan balita sebanyak 25.659 jiwa, dengan jumlah kasus stunting sebanyak 2.655 jiwa, angka prevalensi stunting mencapai 10,3 persen.

“Dari data tersebut menunjukkan bahwa dalam dua tahun terakhir, penanganan stunting di Kabupaten Luwu sudah berjalan ke arah yang lebih baik. Tidak kalah pentingnya adalah sinergi dari pemerintah desa, sebagai lini terdepan yang langsung berinteraksi dengan masyarakat harus mampu mendukung pelaksanaan program dan kegiatan dalam rangka pencegahan dan penurunan stunting,” tuturnya

Sementara itu, Wakil Ketua II DPRD Luwu, Zulkifli menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan program-program pemerintah Kabupaten Luwu terutama dalam memberikan pelayanan dasar kepada masyarakat

“Selaku wakil rakyat, kami akan selalu mengawal dan mendukung program-program pemerintah Kabupaten Luwu terutama terkait dengan kepentingan masyarakat,” ungkap Zulkifli

Aksi 3 Rembuk Stunting ditandai dengan Pembacaan Komitmen Bersama dan Penandatanganan Komitmen Bersama Percepatan Pencegahan Dan Penurunan Stunting Terintegrasi Kabupaten Luwu Tahun 2022.

Kegiatan dihadiri oleh perwakilan dari Bappelitbangda provinsi sulawesi selatan, para Kepala OPD, perwakilan dari instansi vertical, Perwakilan Pengurus TP PKK Kab Luwu, Forum Kabupaten/Kota Sehat, para Camat, Kepala Desa dan Kepala Puskesmas yang wilayahnya menjadi Lokus Stunting 2022 dan 2023.

Dalam Aksi 3, Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappelitbangda Prov Sulsel, Andy, membawakan materi tentang Perencanaan Terintegrasi dalam Upaya Penurunan Stunting dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu, dr Rosnawary Basir membawakan materi terkait Hasil Aksi 1 Analisis Situasi 2022. (*/Rif)

Ikuti juga kami di Google News Smart News