Tips Memilih Mainan Aman dan Bermanfaat Bagi Kreativitas Anak

Smartnews – Bermain adalah salah satu kegiatan yang paling disukai oleh anak-anak. Tak ayal, banyak para orang tua yang senang membelikan anaknya mainan yang disukai, karena bermain tak hanya membuat mereka senang dengan memainkan sejumlah mainan, tapi juga bisa bermanfaat apabila mereka diberikan mainan edukatif.

Namun, diantara banyaknya promo menarik, dan mainan yang tersedia di toko offline, maupun secara online di e-commerce, jangan asal membeli mainan karena harganya sedang diskon saja, ya!

Anda juga harus pintar-pintar memilih mainan anak, karena hal ini berkaitan dengan kesehatan, kemampuan dan perkembangan otak anak saat memainkannya. Agar si Kecil bisa bermain dengan aman sambil mengasah otak.

Melansir viva.co.id, berikut tips memilih mainan yang tepat.

  1. Sesuaikan Mainan dengan Usia Anak

Biasanya jika Anda membeli mainan untuk anak, akan ada label usia yang ditulis dalam kemasan mainan tersebut. Bukan tanpa alasan, memang para vendor pembuat mainan anak sudah tahu, mainan mana yang cocok dengan usia anak masing-masing.

Apalagi jika Anda membeli mainan untuk si Kecil yang baru berusia 1 tahun. Biasakan membeli mainan yang berukuran lebih besar dari mulut anak, agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Sebab, pada usia tersebut anak sering penasaran untuk memakan mainannya sendiri. Selain itu, pilihlah mainan yang tidak mudah pecah, untuk menghindari bahaya pecahan tersebut bisa membuat anak terluka, hingga tertelan oleh anak.

  1. Pastikan Bahan Mainan Aman

Sebagai orang tua, Anda harus tahu bahan mainan jenis apa yang tidak membahayakan anak. Sebagaimana dibahas di poin sebelumnya, anak-anak sering sekali penasaran untuk memakan mainannya sendiri. Meski sudah berukuran besar, dan tidak bisa tertelan oleh anak, tidak sedikit bahan pembuat mainan, terutama plastik, diolah dengan bahan-bahan beracun seperti timbal, kromium, selenium, barium, dan brom. Jadi, ada kemungkinan zat berbahaya tersebut masuk ke mulut anak, dan partikel bahan kimia bisa mengendap di dalam tubuh anak.

Selain itu, ada juga mainan yang memiliki bagian-bagian yang berbahaya, seperti memiliki sisi tajam seperti pisau, mainan plastik yang berkualitas rendah dan permukaannya kasar, serta mainan yang bisa pecah menjadi bagian-bagian kecil. Jika sudah terlanjur membeli dan si Kecil suka dengan mainannya, Anda sebagai orang tua harus lebih memperhatikan si Kecil bermain, ya!

  1. Batasi Mainan Elektronik

Mainan elektronik di sini adalah gadget. Untuk mainan robot-robotan, mobil remote control, dan lainnya, tidak apa-apa, asalkan anak aktif bergerak. Anda sebagai orang tua, hanya mengawasi agar mainan tidak menabrak si Kecil, atau memastikan bahwa tingkat suara dan kebisingan pada mainan tersebut tidak akan mengganggu pendengaran anak.

Namun, jika si Kecil suka memainkan video game baik dalam bentuk konsol ataupun smartphone, lebih baik dibatasi pada usia dini. Permainan video game akan membuat anak fokus pada gadget, sehingga dia akan kekurangan gerakan fisik yang pada akhirnya mengakibatkan anak malas, terlambat berkembang, berat badan berlebih, dan kurang peka secara sosial.

  1. Pilih Mainan yang Memicu Kreativitas

Saat ini banyak sekali mainan yang dijual di e-commerce, yang bisa memicu kreativitas anak, seperti flash card yang berisikan kartu dengan beragam warna, dan bentuk binatang, tumbuhan atau benda-benda lainnya. Mainan ini bisa membantu anak usia 1 tahun hingga 3 tahun untuk mengetahui bentuk binatang, tumbuhan, dan bentuk-bentuk lainnya.

Ada juga mainan balok, yang terdiri dari kubus, persegi panjang, balok, segitiga, lingkaran, dan lainnya, yang bisa dibangun menjadi bentuk yang diinginkan atau dicocokan dengan lubang yang bentuknya sama jika diperuntukkan anak 1 tahun. Selain itu, ada juga Lego, dan Gears, yang berupa kepingan terpisah, yang bisa disambung-sambungkan sesuai dengan kreatifitas anak.(*)

Ikuti juga kami di Google News Smart News