DaerahHeadline

Cegah Virus ASF Meluas, Kapolres Toraja Utara Minta Pengawasan di Perbatasan Diperketat

237
×

Cegah Virus ASF Meluas, Kapolres Toraja Utara Minta Pengawasan di Perbatasan Diperketat

Sebarkan artikel ini
Kapolres Toraja Utara, AKBP Zulanda.

Toraja Utara, Smartnews – Kapolres Toraja Utara, AKBP Zulanda memberikan saran terkait langkah antisipasi mewaspadai meluasnya penyebaran virus African Swine Fever (ASF) atau demam babi afrika yang terjadi di kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan.

Kapolres Toraja Utara mengatakan perlu pembuatan karantina berjangka yang dikelola baik pemda maupun kolaborasi dengan pedagang, peternak babi sebelum babi memasuki pasar hewan

“Dalam masa inkubasi aman selama 3-15 hari, tempat tersebut dapat dilakukannya karantina sementara, penampung diperbatasan atau lokasi tertentu, akan tetapi harus dalam keadaan bersih dan terjamin pengawasannya oleh dinas peternakan, veteriner, dan dokter hewan” Kata AKBP Zulanda, Selasa (13/06/2023).

Ia juga mengatakan terkait penyekatan di setiap perbatasan lebih diperketat lagi dengan melibatkan leading sektor

“Di perbatasan kabupaten untuk diperketat pengawasannya dengan melibatkan seluruh pihak terkait termasuk Personel Kodim, Polres Tora Utara dan pihak Dinas Pertanian bidang peternakan, dengan harapan aksi penyeludupan hewan dapat di eliminir/dicegah dengan baik,” Ucap Zulanda

Sebelumnya Pemerintah Kabupaten Toraja Utara mengeluarkan Surat Edaran dengan Nomor 33/0572/Pertanian tertanggal 30 Mei 2023 yang isinya memuat 12 poin penting dalam langkah mencegah penyebaran Virus ASF pada babi.

Sementara itu dua bulan terakhir di kabupaten Toraja Utara tercatat 5.000 ekor babi mati secara mendadak

“Ini sudah tembus 5.000 babi yang mati di Toraja Utara, setiap hari itu selalu bertambah, kami terus dapat laporan sampai hari ini,” kata Kepala Dinas Peternakan Toraja Utara Lukas Pasarai. (*)