HeadlineKALTIM

Kartini DPRD Kutai Timur Komitmen Perjuangkan Hak Buruh

449
×

Kartini DPRD Kutai Timur Komitmen Perjuangkan Hak Buruh

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Kutai Timur, Prayunita.

KUTIM – Para buruh baru saja memperingati Hari Buruh Internasional. Dalam peringatan Hari Buruh itu diperingati dengan beragam unjuk rasa.

Begitupun yang dilakukan para buruh di Kutai Timur (Kutim). Mereka melakukan demonstrasi di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur.

Aksi itu mendapatkan dukungan dari anggota DPRD Kutim, Prayunita Utami. Dia menjelaskan aksi buruh ini sebagai peringatan bagi perusahaan agar tidak semena-mena terhadap mereka.

Kartini DPRD Kutim itupun menganggap peringatan Hari Buruh sebagai spirit dan motivasi bagi para buruh untuk selalu memperjuangkan hak-hak mereka.

“Hari buruh sedunia itu kan sebagai spirit untuk para pekerja. Apalagi jika memang ada perusahaan yang tidak memberikan haknya. Itu justru wajib,” tegas politisi NasDem itu saat dihubungi, Kamis (2/5/2024).

Prayunita bahkan menganggap perusahaan yang tidak memberikan hak-hak buruh bagai organisasi kejahatan. Untuk itu, dia memperingatkan perusahaan untuk memperhatikan hak-hak para buruh

“Mereka menuntut haknya, justru itu sangat baik dan kalau perlu dilakukan semua orang. Namanya juga hak yaa harus dituntut,” tambahnya.

Dalam demonstrasi yang dilakukan para buruh di DPRD Kutim, mereka menyuarakan tuntutan kepada Pemerintah.

Tuntutan-tuntutan tersebut meliputi pencabutan UU Omnibus Law, penolakan terhadap kenaikan pajak nasional, percepatan pembentukan Peraturan Bupati terkait ketenagakerjaan di Kutai Timur, prioritas pemberdayaan tenaga kerja lokal.

Selain itu juga ada penertiban Peraturan Daerah pengakuan masyarakat hukum adat, penghapusan pengetap liar di SPBU Kutai Timur, dan desakan kepada Pemerintah Daerah untuk menentukan pertumbuhan ekonomi setiap tahun.

Menanggapi hal itu, Prayunita mendukung penuh tuntutan para buruh tersebut. Srikandi DPRD Kutim itu juga berkomitmen akan memperjuangkan hak-hak buruh di Kutai Timur jika memang ada yang tidak diberikan perusahaan tempat mereka bekerja.

“Kita tetap komitmen terkait ini. Kan kita ditunjuk sebagai wakil rakyat untuk mewakili rakyat, jadi ya harusnya sih membantu mereka bila ada yang membutuhkan, apalagi terkait dengan regulasi,” imbuhnya.

Meski begitu, Prayunita berharap perjuangan para buruh tidaklah sia-sia. Dia berharap, apa yang diperjuangkan para buruh dapat mereka nikmati dikemudian hari. (adv)