Mayoritas Masyarakat Tolak Perpanjangan Masa Jabatan Jokowi

Jakarta, Smartnews – Mayoritas masyarakat Indonesia menolak perpanjangan periode Presiden, Joko Widodo (Jokowi). Itu berdasarkan hasil survei yang dirilis Lembaga Indikator Politik Indonesia.

“Mayoritas kurang atau tidak setuju sama sekali, 56,8 persen, dan setuju dan sangat setuju 38,6 persen” kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi.

Dia menyebutkan, mekanisme yang dilakukan pihaknya untuk survei ini yakni dengan menerapkan simulasi Top of Mind atau masyarakat diminta memilih tanpa menyebutkan nama.

Begitu juga saat spesifik disebut Presiden Jokowi, mayoritas masyarakat menolak mantan Gubernur DKI Jakarta itu menjabat presiden 3 periode. Total 55,5 persen responden menolak hal tersebut. Sedangkan yang setuju hanya 40 persen.

Indikator kemudian menjelaskan soal bagaimana jika masa jabatan Jokowi diperpanjang hingga 2027 agar penanganan Covid-19 berjalan optimal. Hasilnya, masyarakat tetap menolak wacana itu.

“Mayoritas kurang atau tidak setuju sama sekali 56 persen,” ucap Burhanuddin.

Sementara itu dari pemetaan yang dilakukan Indikator berdasarkan demografi, terungkap bahwa berdasarkan gender, perempuan lebih condong mendukung perpanjangan masa jabatan Jokowi meski mayoritas menolak.

Rinciannya, 41,6 persen setuju dan 52,8 persen menolak. Sementara laki-laki tidak setuju perpanjangan masa jabatan Jokowi dengan rincian 58,2 persen menolak dan 38,4 pesen setuju.

Kemudian berdasarkan lokasi, mayoritas masyarakat perkotaan lebih condong menolak Jokowi menjabat 3 periode yakni sebesar 63,7 persen. Lalu masyarakat di pedesaan 47,5 persen menolak Jokowi 3 periode.

Kendati demikian, jika terlepas dari masa jabatan Jokowi masih mengungguli figur lain, sebagai kandidat presiden. “Terlepas dari penerapan masa jabatan Presiden, dalam simulasi Top Of Mind, masyarakat diminta memilih presiden mendatang, hasilnya Jokowi masih menempati posisi paling atas,” kata Burhanuddin.

Jokowi mendapati 20,8 persen; disusul Prabowo Subianto 13,1 persen; Ganjar Pranowo 8,9 persen dan Anies Baswedan 8,7 persen. Dalam grafiknya, jumlah pemilih Jokowi dalam simulasi Top of Mind ini terus meningkat sejak September 2021 hingga Desember 2021.

“Setelah dilanda (Covid-19 varian) Delta pada September, jumlah pemilih Jokowi terus meningkat hingga di angka 20,8 persen,” pungkasnya.

Survei terbaru Indikator Politik Indonesia ini digelar pada 16 sampai 11 Desember 2021, melalui wawancara tatap muka kepada 1.220 responden yang dipilih secara acak.

Adapun respondennya adalah warga negara Indonesia yang sudah berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan. Margin of error survei ini diperkirakan sekitar 2,9 persen dan tingkat kepercayaan survei. (*)

Ikuti juga kami di Google News Smart News