RMB Harap Darmawansyah Jadi Inspirasi Fighter Palopo

Wakil Wali Kota Palopo, Rahmat Masri Bandaso (RMB).

Palopo, Smartnews – Petarung mixed martial arts (MMA) asal Kota Palopo, yang tergabung dalam Venom Fighter Palopo (VFP), Darmawansyah Razak menurut rencana akan melakoni laga perbaikan peringkat, Sabtu 20 November 2021.

Darmawansyah Razak yang merupakan peringkat sembilan nasional One Pride MMA Indonesia ini, rencananya akan melawan petarung dari Wakatobi, Andriawan Darmita, pada kelas flyweight 57 kg. Laga keduanya fighter ini disiarkan di TV One.

Menyikapi rencana laga Darmawansyah ini, WAkil Wali Kota Palopo, Rahmat Masri Bandaso (RMB), menyampaikan apresiasi. “Selaku pemerintah, kami mengapresiasi hal-hal seperti ini. Semoga dapat memberi hasil yang terbaik dan mengharumkan nama Palopo,” katanya kepada smartnews.co.id, Sabtu 13 November 2021.

RMB berharap, Darmawansyah dapat meraih hasil terbaik pada laga nanti. “Apalagi ini adalah event yang berskala nasional, kita sangat berharap bisa mendapatkan hasil terbaik,” harap RMB.

RMB juga berharap agar Darmawansyah menjadi inspirasi bagi atlet bela diri Kota Palopo dan Tana Luwu. Terlebih, Tana Luwu boleh dikatakan gudangnya atlet bela diri yang prestasinya sudah dikenal di tingkat nasional bahkan internasional.

Sederet karateka asal Tana Luwu yang kerap mewakili Sulawesi Selatan, mewakili Indoensia di kejuaraan dunia yaitu, mendiang Amran Syam. Mantan Ketua DPRD Luwu Timur ini mengharumkan nama Indoensia pada kejuaraan karate di Jepang.

Dua putra Amran Syam juga mewakili Indonesia di Kejuaraan Karate terbuka Malaysia Open MILO 2019 di Stadion Titi Wangsa Stadyum Kuala Lumpur, Juli 2019.

Keduanya adalah, Muhammad Fahrezi Dava Saputra Syam yang turun di kelas Kadet +70 kg, dan Muhammad Fadhlan Qhidir Ramadhan Syam di kelas -70 kg. Keponakannya, Ardhyat Syam juga ikut dalam kejuaraan tersebut.

Atlet Palopo, Naura Arsy, siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Satu Atap Datok Sulaiman Palopo juga menjuarai Shinjin International Karate  Championship Virtual Kata. Kompetisi virtual ini digelar selama tiga hari, Mei 2021.

Naura Arsy berhasil menyabet dua medali sekaligus. Medali emas diraih untuk Class Individual Female Cadet. Medali perak pada Class Individual Female U 14. Informasi pemenang diumumkan pada 10 Juni 2021 oleh pihak panitia.

Sebelumnya, Arsy juga meraih juara 1 kompetisi KATA Perorangan Putri Kelas Pemula tahun 2020 dan Juara 1 KATA Beregu Putri Kelas Pra-Pemula/Pemula.

Keduanya merupakan Kejuaraan Nasional SHOTO-KAI Open Virtual Karate Championship yang berlangsung di mood Kalimantan Selatan, Agustus 2020. Selain itu, Aray juga meraih juara 1 KATA Perorangan Putri (Kejuaraan Permata Sakti Nasional Virtual Karate KATA Championship di  Sumatera Selatan, November 2020)

Sebanyak tiga atlet karate asal kota Palopo juga mewakili Indonesia pada Kejuaraan Gojukai Asia-Pasific yang berlangsung September 2019 mendatang di Filipina.

Ketiganya adalah Muhammad Abimeyzar, Amilya Putri Akbar dan Faiqah Azzahra.

Mereka mewakili Indonesia setelah pada tanggal 3 hingga 4 Agustus 2019 mewakili Sulsel meraih medali emas pada Kejurnas Gojukai 2019 Piala Jan Darmadi II yang dipusatkan di Bekasi.

Selain nama-nama di atas, banyak lagi atlet karate asal Tana Luwu, khusnya Kota Palopo yang berhasil mengukir prestasi di level nasional, bahkan internasional.

Walau MMA sedikit  berbeda dengan karate, namun dengan dasar atrau skill yang dimiliki Atlet Karate Palopo, RMB optimis mereka dapat berprestasi di ajang seni bela diri campuran tersebut.

“Saya rasa itu (adaptasi) tergantung dari pola latihan. Jika mereka (atlet karate) ingin berlaga di MMA, dasarnya kan sudah ada, tinggal mau ditingkatkan atau diperluas lagi ke beberapa jenis bela diri,” kata RMB.

Seni bela diri campuran atau lebih dikenal dengan sebutan Mixed Martial Arts (MMA) adalah olahraga kontak yang memperbolehkan berbagai teknik pertarungan, seperti pergumulan, tendangan, dan pukulan.

Di MMA, masing-masing praktisi didorong untuk mengkombinasikan teknik dari berbagai cabang seni bela diri untuk melumpuhkan lawan.

Sejak zaman Yunani Kuno, konsep pertarungan yang serupa dengan MMA telah dipraktikkan. Pada era modern, kepopuleran MMA melejit ketika berbagai organisasi dan ajang promosi MMA global mulai bermunculan di seluruh dunia diantaranya, one pride dan Ultimate Fighting Championship (UFC).(*)

Ikuti juga kami di Google News Smart News