Daerah

Imbas lima Dum Truk Bodong Jadi Barang Bukti, Sampah Terbengkalai, Praktisi: Palopo tak Baik-baik Saja

1112
×

Imbas lima Dum Truk Bodong Jadi Barang Bukti, Sampah Terbengkalai, Praktisi: Palopo tak Baik-baik Saja

Sebarkan artikel ini

Seperti, adanya kegiatan penimbunan di area lokasi Sirkuit Ratona Motor Spor dan sejumlah sampah yang saat ini mengotori laut di Kota Palopo.

Direktur LSM Masyarakat Peduli Lingkungan Hidup, Andreas Tandi Lodi , kepada wartawan, mengatakan, perihal sampah yang saat ini berserakan dimana-mana imbas dari mobil sampah yang dijadikan barang bukti harusnya sudah dikoordinasikan ke Pj Wali Kota Palopo Arsul Sani.

“Bapak Pj Wali Kota mengatakan lima dum truk yang ditahan kejaksaan sudah diminta untuk ditangguhkan (pinjam pakai) hanya saja, Bapak Kajari Palopo yang saat itu masih dijabat Agus Riyanto SH tidak mau. Jadi untuk sementara kami akan mengfungsikan mobil dinas kelurahan untuk mengurus sampah-sampah yang berserakan di Kota Palopo,” beber Andarias Tandi Lodi, Rabu, 10 Juli 2024.

Terkait dengan enggannya Kajari Palopo menangguhkan lima armada sampah, dinilai Andarias Tandi Lodi, merupakan hal yang tidak patut di contoh.

Sebab, dalam penegakan hukum yang menyangkut barang bukti, disebut bisa ditangguhkan selama barang bukti tersebut tidak dirubah bentuk, warna dan dihilangkan.

“Saya kira memang kalau disebut egois bisa juga,” imbuhnya.

Terpisah Praktisi Pariwisata, Maximiliam, mengatakan, kondisi Kota Palopo saat ini dalam keadaan tidak baik-baik saja.

Soal sampah, kata Max, yang katanya untuk sementara diangkut menggunakan mobil operasional kelurahan dianggap tidak menyelesaikan masalah.

Pertanyaannya, sambung Owner Wisata Pantai Labombo, mobil dinas kelurahan fungsinya untuk apa, bahkan setahunya mobil dinas kelurahan digunakan kelurahan untuk keperluan masyarakat di kelurahan termasuk mengangkut sampah yang ada di kelurahan.

Mengenai sampah yang bergelimpangan di pantai, dianggap Maxmiliam habitat laut saat ini sudah rusak.

“Jadi jangan salahkan siapa-siapa kalau bencana sili datang berganti itu karena ylah manusia sendiri yang tidak memikirkan dampak yang ditimbulkan akibat aktivitas yang dilakukan. Kenapa banyak sampah di laut misalnya di pantai Labombo diapit dua muara sungai yang akhir-akhir ini sudah tertutup oleh sampah,” beber Maxmiliam.(iting)