Daerah

Kebutuhan BBM Lutra dan Lutim Disuplai dari Sulteng

5
×

Kebutuhan BBM Lutra dan Lutim Disuplai dari Sulteng

Sebarkan artikel ini

Palopo, Smartnews – Pasca penutupan jalur trans sulawesi akibat retaknya Jembatan Miring, di Kecamatan Telluwanua, Kota Palopo, beberapa waktu lalu membuat penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk wilayah Kabupaten Luwu Timur dan Luwu Utara ikut tersendak.

Akibatnya, harga BBM didua dua wilayah tersebut melonjak. Tidak hanya itu, warga juga harus mengantri berjam-jam di SPBU untuk mendapatkan BBM.

Area Manager Communication, Relations dan Corporate Sosial Responsibilty (CSR) Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Laode Syarifuddin Mursali mengatakan, pihaknya memastikan penyaluran BBM di dua wilayah tersebut akan menempuh Terminal BBM Poso, Terminal BBM Kolonedale, Terminal BBM Kolaka dan dari Teminal BBM Palopo.

Langkah tersebut dilakukan untuk kembali menormalkan kembali pasokan BBM di 16 SPBU yang ada di wilayah tersebut.

Menurutnya, Pertamina sudah menempuh pola suplai alternatif untuk memastikan BBM tersedia di Luwu Utara dan Luwu Timur dengan jenis Pertalite dan Biosolar.

“Masyarakat dihimbau tak perlu panik dan tidak melakukan pembelian berlebih, saat ini kami bersama Pemda dan Kepolisian sedang berusaha mengurai jalur agar suplai BBM dapat normal kembali serta melakukan alternatif suplai,” ujarnya.

Lebih jauh, Laode mengatakan sebagai upaya untuk membantu mempercepat normalisasi pasokan, pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan Gubernur untuk meminta percepatan perbaikan Jembatan Telluwanua.

Tidak hanya itu, dirinya juga mengatakan, jika pihaknya telah berkoordinasi dengan Kapolda Sulsel untuk dukungan pengamanan di SPBU serta pengawalan pengiriman mobil tangki baik BBM ataupun LPG.

“Kami telah berkoordinasi dengan semua pihak terkait agar BBM dan LPG bisa sampai kepada masyarakat dengan cepat dan selamat,” jelasnya.

Laode pun mengimbau, agar masyarakat segera melaporkan jika mendapati pengendara yang melakukan pembelian secara berlebihan.

“Kepada masyarakat apabila mendapati pembelian berlebih agar dapat melaporkan ke kepolisian terdekat dan juga dapat menghubungi call center Pertamina 135, agar hal tersebut dapat cepat ditindak dan mencegah oknum-oknum yang mengambil keuntungan dari situasi ini,” imbaunya. (*)