“Terakhir kami mendesak pihak kepolisian untuk mengusut tuntas tindakan represif yang dilakukan aparat pada aksi 11 April 2022 lalu,” pungkasnya.
Saat melakukan aksi, para mahasiswa berorasi secara bergantian dan juga membakar ban bekas.
Mereka juga menyatakan mosi tidak percaya terhadapa Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palopo. Pernyataan tersebut menyusul massa Aliansi Demokrasi tidak ditemui satu orangpun anggota DPRD Palopo.
Dari pantauan di lokasi, saat Aliansi Demokrasi melakukan aksi unjuk rasa di DPRD Palopo, seluruh anggota DPRD Kota Palopo tidak berada di kantor. Bahkan, tiga ruang komisi di DPRD Kota Palopo terlihat kosong.
Dari informasi yang dihimpun, sebelum pengunjuk rasa tiba di Kantor DPRD Kota Palopo, sejumlah anggota DPRD Kota Palopo meninggalkan kantor untuk melakukan kunjungan lapangan. Sementara beberapa anggota DPRD lainnya tengah menjalani Dinas Luar Kota. (*)