Soal Tambang Emas Ilegal, AMARA Rampi Minta DPRD Sulsel Panggil Polda dan Dinas ESDM

Aktivitas tambang emas ilegal yang beroperasi di Desa Onondowa, Kecamatan Rampi, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, telah menelan korban.

Makassar, Smartnews – Aliansi Mahasiswa dan Rakyat (AMARA) Rampi mengajukan permohonan Rapat Dengar Pendapat (RDP) ke DPRD Sulawesi Selatan (Sulsel). Permohonan RDP itu diajukan terkait persoalan pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Desa Ondonowa, Kecamatan Rampi, Luwu Utara.

“Kami sudah bersurat kepada Ketua DPRD Sulsel dan Ketua Komisi D DPRD Sulsel mengajukan permohonan RDP terkait persoalan PETI di Rampi,” ungkap juru bicara AMARA Rampi, William Marthom dalam rilisnya ke redaksi Smartnews.co.id, Senin 15 Mei 2023.

William menuturkan dalam surat permohonan RDP yang diajukan, AMARA Rampi meminta DPRD Sulsel memanggil pihak-pihak terkait seperti Polda Sulsel dan Dinas ESDM Sulsel.

Dalam RDP nantinya AMARA Rampi hendak menanyakan upaya penegakan hukum yang telah dilakukan kepolisian bersama tim terpadu bentukan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman.

“Kami mau pertanyakan upaya penegakan hukum yang sudah dilakukan pihak kepolisian bersama tim terpadu. Karena sampai hari ini, sepengetahuan kami belum ada satupun pihak yang diproses dan ditetapkan sebagai tersangka terkait PETI di Rampi,” tuturnya.

Lebih lanjut Wiiliam mengatakan saat ini aktivitas tambang ilegal di Rampi memang telah dihentikan usai terjadi insiden kecelakaan yang mengakibatkan seorang penambang ilegal meninggal dunia dan seorang lagi koma dirawat di rumah sakit.

“Tapi yang kami inginkan bukan hanya menghentikan aktivitas tambang ilegalnya, tapi harus ada proses penegakan hukum agar menjadi contoh dan memberikan efek jera kepada pihak manapun yang terlibat dalam tambang ilegal,” katanya.

Ikuti juga kami di Google News Smart News