Tidak Miliki Seragam, Siswa SMP di Palopo Kenakan Celana SD ke Sekolah

PALOPO – Ibnu (11) siswa kelas VII Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 12 Palopo ini, terpaksa mengenakan celana Sekolah Dasar (SD), saat hari pertama sekolah tatap muka.

Itu lantaran dirinya, belum memiliki seragam SMP yang lengkap. Celana SD itu, ia padukan dengan kemeja putih SMP lengkap dengan dasi serta topi SMP bekas kakanya.

Kendati demikian, semangatnya untuk mengikuti hari pertama belajar tatap muka, tidak kalah dengan rekan-rekannya. Ia bahkan sempat menjadi bahan candaan teman-temannya.

Meski begitu, ia tetap pede dengan celana SD-nya, sebab dibenaknya hanya ingin belajar tatap muka. Pemandangan itupun sempat diposting oleh salah satu gurunya di akun Facebook hingga mendapat respon dari berbagai netizen.

Saat ditelusuri, ternyata memang siswa tersebut belum memiliki seragam sekolah.

Nurhayati (38) ibu dari Ibnu mengatakan, saat hari pertama sekolah tatap muka, anaknya terpaksa menggunakan celana SD karena belum membelikan anaknya seragam. “Iya karena belum punya seragam jadi terpaksa pakai celana SD-nya,” katanya.

Di hari kedua PTM, Ibnu baru mengenakan seragam yang benar. Namun celana yang dikenakan bekas dari kakaknya yang ukurannya kebesaran dan sudah usang.

“Hari kedua saya kasih celana kakaknya. Tapi ukurannya kebesaran dan sudah usang. Saya minta dia sabar dulu pakai saja yang lama,” ucapnya.

Orang tua Ibnu yang bekerja sebagai petani itu, bercerita bahwa anak ketiganya tersebut begitu semangat bersekolah. Bahkan ia harus menempuh jarak 3 kilometer dengan berjalan kaki menuju sekolah. “Jadi dia kalau ke sekolah jalan kaki sama temannya,” tuturnya.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Kota Palopo, Syahruddin mengatakan pihaknya sudah mengonfirmasi ke sekolah perihal siswa tak punya seragam. Dari pengakuan guru di SMPN 12 Padanglambe, menyebutkan siswa tersebut hanya salah memakai seragam.

“Oh itu hanya salah pakai seragam. Sebenarnya siswa ini punya seragam. Itupun yang salah pakai hanya celana,” kata Syahruddin.

Dia menambahkan meski demikian, Dinas Pendidikan tetap akan memberikan bantuan kepada Ibnu melalui dana Bantuan Operasional Sekolah.

Sekedar informasi, sebanyak 11 sekolah di kota Palopo telah melaksanakan pembelajaran tatap muka. Ada 8 Sekolah Dasar (SD) dan 3 Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Seluruh sekolah ini berada dibagian pelosok Kota Palopo. Sejumlah siswa mengaku senang dan sudah lama menanti pembelajaran tatap muka.

Namun pada pelaksanaannya, dilakukan terbatas. Dengan cara pembagian shift lewat hari yang telah ditentukan. (*)

Ikuti juga kami di Google News Smart News