NasionalPolitik

Jokowi Mania Dukung Ganjar Maju di Pilpres 2021

12
×

Jokowi Mania Dukung Ganjar Maju di Pilpres 2021

Sebarkan artikel ini
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. (Int)

JAKARTA – Kapal besar relawan Jokowi mulai pecah. Salah satu, kelompok relawan Jokowi, Jokowi Mania (JoMan) menyatakan mendukung Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo untuk maju di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Ganjar Pranowo dinilai, memiliki potensi besar menjadi the next Jokowi. Hal ini dikatakan Ketua JoMan, Immanuel Ebenezer, dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis 16 September 2021.

“GP (Ganjar Pranowo) punya potensi besar untuk jadi presiden. Akar rumput juga menghendaki Ganjar sebagai The Next Jokowi,” katanya.

Dirinya juga mengatakan, pernyataan dukungan ini, lantaran ganjar dinilai berprestasi dan berpengalaman menjadi seorang pemimpin. GP juga dinilai memiliki karakter kepemimpinan yang mirip dengan Jokowi, yakni dekat dengan rakyat.

“Kita bisa lihat berbagai survei yang menjagokan dia, Ganjar selalu masuk 2 besar,” ucap pria yang akrab disapa Noel itu.

Dilansir dari Detik.com, Noel mengklaim pihaknya bakal menggelar berbagai aktivitas untuk menaikkan popularitas Ganjar. Dia memastikan akan memperkuat elektoral Ganjar dengan kinerja akar rumput.

“Kita akan menggelar berbagai aktivitas agar Ganjar terkerek elektabilitasnya. Sehingga tidak tertandingi oleh bakal capres lain,” ujar Noel.

“Yang penting elektoral kuat dulu melalui kerja kerja akar rumput. Setelah itu, bangun komunikasi dengan partai politik. Kalau elektoral kuat, partai akan bersaing merebut Ganjar tentu semua seizin restu Ketua Umum PDI Perjuangan,” ujarnya.

Noel juga membeberkan alasan lain JoMan menjatuhkan dukungan ke Ganjar. Dia menilai Ganjar sebagai sosok yang tepat melanjutkan kepemimpinan Jokowi.

“Alasan yang prinsipil dan substansial adalah kita butuh sosok yang bisa menjaga legacy Presiden Jokowi ke depan nanti 2024. Karena banyak program program Jokowi yang menurut kita di periode kedua ini kurang maksimal, dan yang kita khawatirkan nanti program program itu terkendala karena ada kepemimpinan baru yang tidak paham tentang nawacita itu sendiri,” ucapnya.