Pembangunan luwu di masa mendatang mesti dirancang bangun ke sektor pertanian sebagai sumber utama kesejahteraan rakyat, walaupun hari ini sektor pertanian memiliki valuasi ekonomi yang dominan di kabupaten luwu dengan kontribusi 52,49%, namun sektor ini belum memiliki hubungan yang kuat dengan sektor – sektor lainnya (backward and forward linkage) sehingga nilai pertanian di kabupaten luwu stagnan pada produksi primer saja.
Dengan berbagai persoalan yang dihadapi oleh petani dari hulu hingga hilir, adakah kebijakan yang diadaptasi agar keluar dari problem pelik ini? Setidaknya kita bisa mengidentifikasi masalah – masalah yang patut diseriusi penanganannya dalam kerangka kebijakan pembangunan jangka panjang kedepan. Penanganan kemiskinan di kabupaten luwu selama ini belum sepenuhnya diarahkan pada kebijakan kemiskinan yang berbasis sektoral dengan fokus pada pertanian (dalam pengertian yang luas),padahal sebagian besar penduduk miskin berasal dari sektor ini.
Beberapa perseoalan yang mengemuka di level desa yang mesti dibenahi oleh pemerintah kedepan, diantaranya;
- Desa telah menjadi pasar barang dan jasa yang mengalir dari kota, konsumsi masyarakat desa sebagian besar dipenuhi produk dari luar. Sementara produk primer desa dijual keluar dengan harga murah.
- Penguasaan lahan di desa bergeser kepada pemilik modal, lahan pertanian diubah menjadi lahan properti.
- Rantai disitribusi logistik yang panjang ke desa sehingga menyebabkan kebuthan pokok menjadi mahal.
- Sumber daya manusia di desa, terutama yang telah menyelesaikan tingkat pendidikan tinggi bergeser ke kota.
Dianggap Sebagai Pekerjaan Murah yang Tidak Menguntungkan
Problem ini mengemuka di hampir semua desa yang sungguhnya disadari oleh berbagai pihak termasuk pemerintah daerah dan desa. Proyek strategis pertanian di pedesaan mesti menjadi visi jangka panjang, mendorong industrialisasi pertanian dapat menjawab persoalan – persoalan ini.
Tentu saja dengan kerangka pikir yang dibangun secara berkelanjutan oleh pemerintah daerah sehingga prospek pertanian menjanjikan kesejahteraan bagi masyarakat tana luwu. Industrialisasi di sektor pertanian dapat memperkuat sumber daya ekonomi melalui modal yang ditanggung secara kolektif dan memproteksi sumberdaya tidak keluar dari desa. (*)