HeadlineSport

Usai Imbang Lawan Persik Kediri, PSM Makassar Fokus ke Piala AFC

4
×

Usai Imbang Lawan Persik Kediri, PSM Makassar Fokus ke Piala AFC

Sebarkan artikel ini
PSM Makassar bermain imbang kala melawan Persik Kediri dalam lanjutan Piala Presiden 2022. Pertandingan ini juga merupakan laga terakhir Pasukan Ramang di babak penyisihan grup D.

Malang, Smartnews – PSM Makassar bermain imbang kala melawan Persik Kediri dalam lanjutan Piala Presiden 2022. Pertandingan ini juga merupakan laga terakhir Pasukan Ramang di babak penyisihan grup D.

Hasilnya, Laskar Phinisi meraih empa poin dari satu kali menang, sekali imbang dan satu kali kalah. PSM pun masih berpeluang lolos ke babak delapan besar Piala Presiden.

Kendati demikian, Willem Jan Pluim cs kini harus mengalihkan fokus ke AFC Cup 2022. Menyiapkan diri berlaga di Group H di Kuala Lumpur, Malaysia pada 24 dan 27 Juni. Dua lawan berat telah menanti, Kuala Lumpur City FC (Malaysia) dan Tampines Rovers (Singapura).

Pelatih PSM, Bernardo Tavares ingin realistis hadapi AFC Cup. Berkaca dengan hasil PSM musim 2021-2022 yang finish di peringkat 14 dengan 38 poin. Hanya selisih dua poin dari tim degradasi, Persipura Jayapura.

“Terkait AFC kita harus realistis, melihat ke belakang tim ini finish dua poin dari zona degradasi (musim 2021-2022),” katanya saat konferensi pers usai laga PSM vs Persik Kediri di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu 19 Juni 2022.

Belum lagi, beberapa pemain keluar dan ada beberapa pemain masuk. Pemain yang masuk kurang dapat menit bermain di Liga 1, bahkan ada pemain yang belum bermain sama sekali. Lantaran dari Liga 2 dan pemain akademi.

Meski, masih ingin menambah amunisi. Mendatangkan pemain yang bisa membantu tim.

“Saya senang dengan pemain dimiliki sekarang, tapi kalau ada pemain lebih baik bisa didatangkan, lebih bisa membantu tim pada saat ini, berikan kepada saya,” ucap pelatih asal Portugal.

Dia melihat, lawan di AFC Cup, Kuala Lumpur City dan Tampines Rovers memiliki budge 10 kali lipat dari pada timnya.

Pelatih 42 tahun ini menganalogikan seperti telur. Jika diberi telur dengan kualitas seperti itu, dia bisa membuat makanan omlet yang bagus.

Jika tidak, yang bisa dilakukan adalah bermain disiplin, mengorganisasikan diri dengan baik. Mencoba mendapatkan hasil terbaik yang bisa diusahakan.

Kendati demikian, Tavares menyampaikan dalam sepak bola selalu ada kejutan. Jadi tunggu saja. “Akan selalu ada kejuatan dalam sepak bola. Jadi kita bisa bermimpi sama-sama,” pungkasnya. (*)